Tuesday, December 28, 2010

Invisible

Semua orang berandai - andai ingin memiliki mesin waktu.

Kata mereka tidak mungkin, tapi menurut saya.
Sangat mungkin.
Bahkan mungkin saja sekarang kamu sedang menaikinya.










Yakin kamu sekarang sedang tidak hidup di masa lalu?

Sticks&Spoons



Pelarian.
Setiap insan di dunia ini butuh itu.
Ada yang berlari ke kiri atau ke kanan.
Tapi, semua orang.
Ya, semua orang.

Butuh objek untuk menjadi pelarian.
Lari dari kenyataan.

Rokok, ya salah satunya.
Selingkuhan, ya salah satunya.
Narkoba, ya salah satunya.

Pelarian selalu lebih indah dari kenyataan.
Kadang terlalu indah hingga kita terbuai kepalsuannya.
Kadang cukup indah hingga menjaga kita waras.
Kadang tidak cukup indah hingga kita mencari pelarian lain.

Berhati - hatilah mencari pelarian.

Salah - salah memilih, 



bisa lebih mematikan dari kenyataan.


(Untitled)

Sedikit 'bernostalgia' dengan teman tentang masa lalu yang pahit.
Ah, masa lalu yang gila.

120 menit kembali ke masa lalu. Tapi, cukup hanya itu saja.
Ditambah sedikit percikan 3 menit, untuk menulis post ini sepertinya.
Tapi, cukup hanya itu saja.

Masa lalu, ya, masa lalu.
Sudah tersimpan di peti mati yang begitu rapat.
Telah diberi wewangian melati, berisyarat bahwa aku melepas kepergiannya dengan senyum lapang.

Kaki kiriku sudah menari - nari di sisi pintu yang lain.
Kaki kananku sudah terangkat dan tinggal berjarak 0.5 sentimeter dari sisi pintu yang lain.
Saya tidak mau dan tidak akan meletakkan kaki kananku ke sisi yang sebelumnya.
Sudah cukup.


Saya pergi.


Ah, ternyata. Sesudah terketik kata 'pergi'
Ternyata itu yang kubutuhkan selama ini.
Mengatakan kata 'pergi'.


Kaki kananku sudah di sisi pintu lain.

Sekarang aku tinggal membalik badan.
Suatu saat, aku akan tertawa.
Melihat apa yang telah kulalui.
Menorehkan lengkungan terbesar di atas wajah.

Lalu, akan kututup pintu.

Dan berkata :







Selamat tinggal.

Sunday, December 26, 2010

Borsa

Sumpah, aku tidak sabar segera lulus sekolah.
Sumpah, aku tidak sabar bisa cepat-cepat mengurus diri sendiri. Bukannya, diurus.
Sumpah, aku tidak sabar menjadi benar-benar dewasa.
Sumpah, aku tidak sabar tau apa yang menunggu saya di depan sana.
Sumpah, aku tidak sabar mewujudkan mimpi saya.
Sumpah, aku tidak sabar.
Sumpah, aku tidak sabar.
Sumpah, aku tidak sabar.
Sumpah, aku tidak sabar.
Sumpah, aku tidak sabar.
Sumpah, aku tidak sabar.
Sumpah, aku tidak sabar.
Sumpah, aku tidak sabar.
Sumpah, aku tidak sabar.
Sumpah, aku tidak sabar.
Sumpah, aku tidak sabar.
Sumpah, aku tidak sabar.
Sumpah, aku tidak sabar.
Sumpah, aku tidak sabar.







Kalau dipikir..
Kapan aku akan sabar?

Everybody

"Life is what happens to you when you're too busy making plans"

A few years back then, I might said that it was equivocal. Well, I used to think that life is about making plans. About knowing what you're actually doing. So, how come life is what happens other than your plans?
Everything has its season, yes it is.

And, it seems that the year of 2010 is the time when the equivocal flipped into something absolute. Since the beginning of 2010 until the end of it, I never even for a split second rest on my feet and relax. Not, that I'm seeking for being busy. But, they just come after me, and stupid of me, I let them.

Being busy is fun in some way, it makes you feel somewhat productive and actually standing on the ground. But, it also makes you blind in some way. Keeping yourself from what happened out there in the real world, other than your private little space.

I miss my friends, that's the point. I miss me.
Being busy kept me for having the time to have fun with my friends. When I do have one, I felt so tired that I couldn't be as fun as I used to be. I need to cut my self some slack.

To be honest, I don't know what did I write for the last 4 paragraphs.

Lollipopo!

"Always have a bigger heart"


"But, what if it explodes, dear?"

Tuesday, December 21, 2010

Sense

Selamat hari Ibu.

Seorang perempuan menitikkan air mata di pojok ruangan cafe. Wajahnya tetap merah merona, seakan tidak ada masalah, tapi matanya berkata lain. Matanya terus berair dan berair dengan wajah yang begitu lurus. Tanpa ekspresi. Kontras, kata yang tepat untuk menggambarkannya.

Kalau saja ada kaca pembesar yang menunjukkan isi hati seseorang, sepertinya sedang ada perang hebat antara hati dan pikirannya. Perang yang terjadi hanya di satu tempat. Raganya. Raga-nya yang terlihat begitu rapuh dan rentan terhadap liarnya tiupan angin dan dinginnya udara di sekitarnya.

Terlihat berkali - kali matanya mendelik ke arah telefon genggamnya, kemudian memalingkan kembali pandangannya. Mendelik, menolak, mendelik, menolak, begitu terus hingga terdengar seruput green tea latte yang keras tanda ia harus membeli secangkir lagi.






Entah apa yang akan dilakukan perempuan itu nantinya, yang pasti sekarang saya harus membeli secangkir tall green tea latte lagi, karena baru saja kuseruput tetes terakhir.

Selamat hari Ibu.

Saturday, December 18, 2010

CAPTURE!

I hope we can do this every single day


Thanks for everything, Antigone, Creon and Haemon.


xoxo,
Ismene

Friday, December 10, 2010

Camouflage

Siapa kamu? Sosok yang begitu pendiam dan terlalu banyak berpikir?
Siapa kamu? Sosok yang begitu penakut dan terlalu peduli pendapat orang lain?
Siapa kamu? Sosok yang begitu aneh.

Yang jelas kamu bukan aku.
Tapi...
Kenapa sekarang engkau merasuki tubuhku?

Enyahlah kau enyah, pergilah kau, carilah tubuh lain untuk dihuni.
Carilah tubuh lain yang memang seperti itu.
Yang jelas itu bukan aku.

Kasihan sekali si 'aku' yang sebenarnya,
Terbelenggu dan dipeluk rantai keras yang mencengkeram.
Kumohon, lepaskan dia.

Saturday, December 4, 2010

SAYA 
ADA 
RENCANA 
PROJEK 
BARU,
ASIK!

Reply : ...

Speechless, Icanonlysaythistoyou.

"Things
are
not
the
way
it
seems"

Open your eyes, think from a lot of sides.
I'm done sacrificing myself for absurdity.

Edit Posts








Have you ever felt so grateful towards everything? Knowing that how God loves you to the utmost, and He REALLY knows what's best for you, even in the quirkiest, 'meanest' way?

I have and I do.

Sitting on my second floor balcony, enjoying the fresh air with the intriguing scent of Green Tea Latte getting into my nostrils, I'm feeling great. Not just having a state of good mood, but I really feel great --- other than I've gained a few kilograms --! I realized how amazing my life has been. Peculiarly, it's mostly not because of the fortunate events, but because of my misfortunes.

Falling into the wrong pit, making wrong decisions, feeling miserable, breaking other people's hearts, crying my heart out, blinding my own eyes, forgetting to love myself, yes.

All those tears-provoking events are the ones that have made my life amazing. Why is that so?
Because those are the events that have made me grow, making me who I am today. 
Grateful, happy young lady. NOT (faking-to-be)grateful and (faking-to-feel)happy young lady.
There's a huge difference in there, yea?

After all this time, turns out all that I have to do to stop faking is to let go. Not letting go something/someone/whatever in particular, but letting go my own feeling. My feeling on how I hate myself for being completely dumb because of how chaotic my life has been, NOT because of others but because of myself. Being so weak and insecure, but do nothing about it. Pretending to be tough yet broken in the inside. No.
I have to let that go. I have to stop being so tough, if clearly, I'm not. 

Letting go doesn't mean you lose. 
Letting go doesn't mean you surrender.
Letting go doesn't mean you are a weakling. No.
Letting go means maturity. 
Letting go means knowing your limits, knowing what's best for you.
Letting go means loving yourself.

When you succeeded on doing so, believe me. It feels greater than everything, even greater than spending 12 hours of your day sipping green tea latte with the hottest celebrity in town. It feels like feeling new.
And, the greatest thing is, you really get to be tough right now. Proving to yourself how tough you are.

People might think that you're so tough, but in the end, the only one you should prove your toughness to is yourself. Voila! 

After you've done so, letting go, ask this to yourself.

"Hello, nice to meet you. Who are you? You're looking great!!"

Because, congratulations, you are new. Enjoy your brand new life! This is way easier than reincarnation, aye?



Thursday, December 2, 2010

Rainbow Boats!





YES, I'M AS HAPPY AS I CAN BE.

Getting off the drama boat, and back to the normal and happy boat.
Thank you, finally I'm getting my claminions' spirits back! ///

Are you with me?


P.S : Sorry for the lack of quality in the pictures above. Took them straight from Facebook so, ya know.

Wednesday, December 1, 2010

Surat untuk Sahabat

Surat ini untuk kamu, wahai sahabat.


Mungkin kita sudah lama tidak berbincang riang satu sama lain, tertawa sampai perut melompat ketakutan, atau menari nari sampai pinggul rasanya mau membelah diri.
Tapi, ini surat untuk kamu.


Apa kabar?


Kamu di sebelah saya, tapi rasanya kamu jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh sekali, teleskop berkekuatan ultra saja tidak dapat menangkap bayanganmu. Baiklah, tanpa basa basi lagi, saya cuman ingin bilang, nikmati hidup kamu. 
Jangan terlalu sering memikirkan orang lain, karena pada akhirnya kamulah yang akan sakit. Kalau kamu sakit, teriaklah, berlarilah, menarilah. Carilah pasangan menari, pasangan berteriak, pasangan menangis dan pasangan tertawa, di luar sana pasti ada. Jangan pernah pakai topeng. Nanti kamu akan lupa dengan wajahmu sendiri. Jangan mau terjatuh, mencium aspal dan menelan tanah, karena didorong oleh orang lain --- yang mungkin tidak sadar telah mendorong kamu. Hiduplah untuk kamu. Bagaimana mau menolong orang lain kalau diri mu sendiri saja compang camping seperti itu?
Dengarkan dirimu sebelum kamu mendengarkan orang lain.


Itu saja, saya mendoakan semoga hidupmu selalu menyenangkan dan penuh tawa!|




Semoga secara tanpa sengaja kamu membaca surat ini.

iSpy

usability studies by userfly